Kamis, 10 Desember 2009

300110



aku ingin memakainya bersamamu
disampingku
menggenggam mimpi bersamamu
Selengkapnya...

Minggu, 06 Desember 2009

Sementara Desember menahan gerimis


Yang mencintai udara yang jernih/Yang mencintaiterbang burunr-burung/Yang mencintai keluasaan dan kebebasan/Yang mencintai bumi/Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung/Tengadah dan berkata kesanalah Soe Hok Gie dan Idhan/Kembali ke pangkuan bintang-bintang/Sementara bunga-bunga inibermekaran sekali lagi/Sementara saputangan menahan tangis/Sementara Desember menahan gerimis ( Mahameru, kenangan Sanento Yuliman untuk Soe Hok Gie)
Selengkapnya...

Jumat, 04 Desember 2009

The Right Path



Why are we here, where we come from
Where's our future, leading us
Where's our life, taking us
Show us the path, dear Allah
What are we, to do here
There must be a reason to be here
Ya Allah the greatest
Nor of these You create for waste
Show me the right path
The path of the favoured one with Your grace
Show me the right path
The path of Rasulullah and His companions
Don't leave me please Your guidance I need
Show me the way, light up my life
Don't leave me please Your guidance I need
Show me the way, to gain Your love

oleh: Raihan Selengkapnya...

Jumat, 27 November 2009

about live



Finally. Everything, is happened. Laugh, cry, one by one follow my step. Around of me give a push to change, more than. Anxious that must happened, and i just have a pray. Attempt to be something , in the end it's not important where the our destination but more than is with who you will go.
Although it's to hard in my shoulder, but i know i'm still live. Tomorrow will be better , life is not about waiting for the storms to pass. it's about learning how to dance in the rain Selengkapnya...

Kamis, 26 November 2009

Mabrurnya Haji Bisa Diterapkan dimana saja


Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.
laa syarika laka.

Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu.
Tiada sekutu bagiMu.


Whew...Saudi Arabia saat ini kebanjiran Tamu Allah. Tiap musim haji negeri ini selalu dipenuhi oleh jamaah calon haji dari seluruh pelosok sudut bumi ini. Tak terkecuali, dari Indonesia yang setiap tahunnya merupakan negara yang paling banyak jamaah calon hajinya. Kloter demi kloter diberangkatkan.
Ada berbagai perasaan timbul ketika musim haji. Ada yang bersyukur bisa berhaji, ada pula kerinduan bagi yang sudah menunaikan. Ada pula yang ingin, namun belum mampu.
Jika yang berhaji bisa mengamalkan nilai agung haji, maka itulah tanda mabrurnya haji. Akan tetapi kebajikan tak hanya di Tanah Suci dan saat musim haji saja. Iapun harus diterapkan dimana saja kapan saja, sehingga bisa membawa masyarakat ini lebih baik.
Semoga setiap yang menjadi Tamu Allah di Tanah Suci  mabrurnya bisa diterapkan dimana saja.
Selengkapnya...

Selasa, 24 November 2009

kangen



Rindu, ya kata itulah yang langsung tersirat sesudah aku membuka mata pagi ini. Ya, rasa ini menyeruak tiba-tiba seperti juga hujan di bogor yang pernah memberi tahu kapan datangnya. Aku teramat rindu pada sosoknya, sosok yang mampu membuat aku bertahan hingga saat ini. Sosok yang senantiasa kusebut dalam doa-doaku. Sosok lelaki yang tak mungkin tergantikan oleh siapapun. Arg......pertahanan bola kacaku terlalu sering pecah bila mengingatnya. Dia, sosok yang melecutku untuk menjadi istri yang shalihah yang senantiasa diridhoi suami. Sosok yang selalu kurindukan tegurannya. Sosok yang dalam darahku mengalir deras keringatnya.
Bapak sosok itulah itu. Aku rindu Bapak, teramat sangat, bahkan tulisan ini pun tak bisa menggambarkannya. Semoga Bapak tersenyum disana, semoga Malaikat menjaga Bapak lekat dan Allah mendekap Bapak erat. Semoga Bapak dilapangkan di alam barzah sana, ridho Allah senantiasa menaungi Bapak, melapangkan kubur untuk Bapak, mengampuni dosa-dosa Bapak dan menempatkan Bapak dalam naungan magfirah-Nya.
Rabb Izzati, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku, izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku. Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku memberi syafa'at untuk mereka, sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,ampunan-Mu serta rahmat-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung, serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.
 

Amin Ya Rabbul Alamin..


In memory of my father, who like his daugther, was a man of few words.Our love was expressed in other ways.
Selengkapnya...

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?





Dulu seringkali saya merasa bahwa saya adalah manusia yang kurang beruntung,  like unlucky women .Allah tak pernah memberikan apa yang saya mau. Ya begitulah memang dasarnya sifat manusia, rumput tetangga selalu saja lebih hijau. Seringkali saya merasa iri kepada teman-teman saya. Mereka yang bebas menentukan masa depannya,sedangkan saya mungkin adalah contoh manusia kerdil yang tak mampu berkata tidak. Mereka teman-teman saya yang selalu saya lihat tanpa beban tersenyum. Mereka yang selalu punya bahu untuk sekedar membagi cerita. Mereka yang saat ini pun kadang masih membuat saya iri.
Tapi kini saya mengerti, Allah memang tak selalu memberi apa yang saya mau tetapi Allah selalu menyediakan apa yang saya butuhkan. Terlalu banyak nikmat yang saya lupakan. Saya harus bersyukur untuk semuanya. Pekerjaan yang menjamin sampai saya pensiun , saya yang tak harus menenteng map kemana mana ketika lulus kuliah nanti. Ilmu yang saya dapat di bangku kuliah ini, yang setau saya universitas ini menjadi dambaan para peserta SPMB, yach semoga selekasnya saya bisa membuktikan janji kepada ibu saya untuk segera  menyandang toga di balairung. Saya yang tak lagi bergantung kepada orang tua secara materiil. Kasur yang hangat ketika penat terasa menyengat. Saya yang masih bisa menikmati ayam kremes seperti saat berbuka puasa tadi sore.Sambungan internet yang masih bisa saya nikmati hingga saat ini. Saya yang beruntung, tak seperti mereka yang tidur di emperan stasiun seperti yang saya lihat ketika pulang kuliah tadi. Mereka yang masih harus berjibaku dengan dingin malam demi sesuap nasi.


Ya, saya yang sudah mempunyai taman kecil hijau yang hanya perlu saya rawat. Dan saya yakin mulai hari ini rumput di halaman taman saya tentu juga lebih hijau dari tetangga saya. Lalu nikmat Tuhan manakah yang harus saya dustakan? Astagfirullah...



Selengkapnya...

Rabu, 18 November 2009

Dia yang menyentuh langit untuk yang menyentuh langit juga

LAKI-LAKI SEJATI


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.
Laki-laki sejati bukanlah dillihat dari suaranya yang lantang,tetapi dari kelembutannya mengatakan sebuah kebenaran.
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari sahabat disekitarnya,tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja,tetapi bagaimana dia dihormati di rumah.
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,tetapi dari hati yang ada dibalik itu.
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya perempuan yang memuja,tetapi dari komitmen terhadap perempuan yang dicintainya.
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,tetapi dari tabahnya dia menjalani terjalnya jurang kehidupan yang penuh onak dan duri.
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya ia membaca Al-Qur’an,tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.


PEREMPUAN SEJATI

Seorang perempuan sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Perempuan sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Perempuan sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Perempuan sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Perempuan sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Perempuan sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Perempuan sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Perempuan sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah…
Perempuan sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

*email dr temen dengan editan Selengkapnya...